KIAT-KIAT SUKSES MENGHADAPI ASTS SAAT RAMADAN

GOMBONG [Madugo News] – Bagi sebagian orang, menghadapi ujian pada saat bulan Ramadan tentu menjadi salah satu tantangan tersendiri. Bagaimana tidak, hari-hari biasa saja mengerjakan ujian dirasa sudah cukup berat, apalagi jika dilaksanakan pada saat bulan puasa dengan menahan haus, lapar, dan tak jarang juga yang mengantuk.

Tidak terasa pembelajaran pada semester genap ini sudah sampai pada setengah perjalanan. Kemampuan siswa dalam menangkap materi perlu diukur. Kaitannya dengan hal tersebut, sekolah mengadakan Asesmen Sumatif Tengah Semester atau yang sering kita dengar dengan ASTS yang dimulai pada Senin, 17 Maret hingga Sabtu, 22 Maret 2025.

Sedikit berbeda dengan ujian biasanya, ASTS ini dilaksanakan pada bulan Ramadan yang mengharuskan para peserta didik untuk pandai-pandai mencari solusi atau kiat-kiat untuk menghadapinya. Berikut ada beberapa kiat-kiat dari Mincan yang dapat membantu peserta didik untuk tetap sukses menghadapi ujian meskipun dilaksanakan pada saat berpuasa:

1. Pelajari Kisi-Kisi yang Diberikan Jauh-Jauh Hari

Kisi-kisi merupakan salah satu senjata utama bagi peserta didik dalam segala jenis ujian di sekolah. Begitu juga saat ASTS (Asesmen Sumatif Tengah Semester II). Bapak dan ibu guru telah memberikan kisi-kisi kepada peserta didik untuk dipelajari sebelum jadwal ASTS berlangsung. Tandai poin poin penting dalam kisi-kisi seperti indikator yang diujikan dengan highliter/stabilo. Hal ini akan mempermudah kita menangkap inti materi yang perlu kita pelajari. Lanjutkan belajar dengan mencari materi yang sesuai dengan indikator dalam kisi-kisi. Catatlah materi tersebut atau tandai dengan sticky notes.

2. Hindari Tidur Setelah Sahur

Seperti yang kita ketahui bersama tidur setelah sahur memiliki banyak dampak negatif bagi tubuh. Beberapa dampak buruk setelah sahur diantaranya adalah naiknya asam lambung, bertambahnya timbunan lemak tubuh, gangguan pencernaan, meningkatkan risiko terkena stroke, dan GERD. Apa itu GERD? Menurut dr. Rizal Fadil (Halodoc, 2022) GERD adalah sebuah kondisi dimana asam lambung naik sampai ke tenggorokan dan dapat menimbulkan rasa terbakar di dada. Dari banyaknya bahaya tidur setelah sahur, gunakanlah waktu tersebut untuk belajar. Belajar di pagi hari ternyata dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi karena kondisi otak masih dalam kondisi fresh. Hal ini akan berhasil dengan catatan tetap jaga pola tidur dengan baik dan hindari begadang.

3. Review Materi Sesuai Kisi-Kisi


Setelah kisi-kisi yang telah di break down dalam materi yang kemungkinan akan keluar saat ujian, bacalah dan pelajarilah kembali. Pengulangan ini akan membantu kita untuk kembali memori poin poin penting yang telah kita tandai sebelumnya. Sebetulnya ketika kita sudah terbiasa untuk mereview materi yang disampaikan oleh bapak/ibu guru setelah pembelajaran setiap harinya akan sangat memudahkan kita ketika menghadapi berbagai jenis ujian. Kita tidak perlu belajar SKS (Sistem Kebut Semalam) karena belajar dengan model ini hanya short term memory (ingatan sementara).

4. Jaga Iman dan Imun


Ramadan adalah momen terbaik untuk meningkatkan ibadah dan memulai hal-hal positif. Walaupun sedang menghadapi ASTS kita harus tetap melaksanakan ibadah agar seimbang kehidupan duniawi dan akhirat kita. Sholat tepat waktu, tadarus Al-Quran, membantu orang tua, sembari belajar adalah perpaduan aktivitas yang sangat baik dilakukan oleh para pelajar. Menjaga kekebalan imunitas selama bulan Ramadan juga menjadi hal penting yang tidak boleh dilupakan. Perbanyak minum air putih di malam hari, berbuka dengan makanan sehat disertai sayur dan buah, tidur yang cukup adalah sebuah keharusan agar imunitas dan fokus kita tetap terjaga.

5. Siapkan Alat Tulis Sebelum Berangkat Sekolah


Terlihat sepele memang, namun siapa sangka jika hal tersebut menjadi salah satu penentu lancar atau tidaknya dalam menghadapi ujian. Bagaimana tidak, beberapa tahun terakhir ujian dilaksanakan menggunakan media handphone, hal tersebut berdampak pada kesiapan siswa tentunya dalam menyiapkan alat tempur seperti pulpen, tak jarang peserta didik yang masih lupa membawanya.

6. Mintalah Doa kepada Orang Tua


Kiat ke enam ini selaras dengan latar belakang pendidikan di SMK Ma’arif 2 Gombong yakni bersikap religius. Selain usaha yang dikerahkan dengan belajar, doa orang tua tentunya menjadi salah satu penentu kesuksesan dalam ujian. Mintalah orang tua untuk mendo’akan kelancaran dan kemudahan kita dalam menyelesaikan soal ASTS.

7. Datang Lebih Awal ke Sekolah


Tidak kalah penting, kiat ketujuh ini sering kali diabaikan. Padahal dengan datang lebih awal ke sekolah terutama pada saat ujian akan menanamkan kesiapan peserta didik dalam menghadapi ujian. Hal tersebut terjadi karena ketika datang lebih awal, peserta tidak akan merasa tergesa-gesa sehingga konsentrasi pada materi- materi tersimpan baik di memori karena badan serta pikiran merasa rileks.

Itulah beberapa kiat-kiat sukses menghadapi ASTS di bulan Ramadan dari Mincan. Jangan lupa persiapkan segalanya dengan baik agar bisa mendapatkan hasil yang terbaik pula. Ramadan adalah bulan suci penuh berkah yang tentunya tidak menghalangi kita untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan menurut beberapa pakar dan peneliti puasa dapat meningkatkan kinerja otak dengan berbagai cara, seperti meningkatkan fokus, kejernihan pikiran, dan daya ingat, serta memperkuat plastisitas otak.

Penulis: Annisa Luthfia Khusna, S.Pd. dan Shafri Inganatun Nafangani, S.Pd.
Redaksi: Fuad Amrin Masduk, S.Pd.

Sumber Gambar: Pinterest