Dari Madugo ke Panggung ASEAN: Kisah Dika Yuana Rahman Raih Medali Perunggu dalam WorldSkills ASEAN Manila 2025

 

GOMBONG [MADUGO NEWS SPECIAL EDITION] – Prestasi membanggakan datang dari murid SMK Ma’arif 2 Gombong, Dika Yuana Rahman. Murid yang dikenal berdedikasi dan memiliki semangat tinggi ini baru saja meraih medali perunggu dalam ajang WorldSkill ASEAN Competition 2025 di Manila, Filipina. Kompetisi yang mempertemukan murid-murid terbaik dari berbagai negara ASEAN ini menjadi ajang bagi Dika untuk menunjukkan kemampuan dan keterampilannya di bidang Refrigeration and Air Conditioning. 

Worldskills ASEAN (WS ASEAN) Competition tahun 2025 telah diselenggarakan pada tanggal 21 sampai demgan 31 Agustus 2025, dengan pelaksanaan kompetisi pada tanggal 26 hingga 28 Agustus 2025 di World Trade Center Metro Manila.

Worldskills ASEAN merupakan sebuah ajang kompetisi keterampilan tingkat regional Asia Tenggara yang mempertemukan para peserta muda berbakat dari negara-negara anggota ASEAN untuk berkompetisi dalam berbagai bidang kompetisi dan keterampilan teknis. Kompetisi ini diadakan secara berkala dan diselenggarakan oleh negara anggota ASEAN secara bergiliran.

Saya Dika Yuana Rahman, seorang murid SMK Ma’arif 2 Gombong. Dalam kesempatan yang baik ini, izinkan saya untuk menceritakan perjalanan saya hingga sampai mengikuti dan meraih juara dalam WorldSkills ASEAN Competition di Manila pada 2025.

Perjalanan ini dimulai ketika saya duduk kelas XI tepatnya pada bulan Januari 2024. Saya mengikuti seleksi di sekolah untuk menjadi peserta Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Teknik Pendingin dan Tata Udara tingkat Kabupaten Kebumen pada bulan Maret. Alhamdulillah saya terpilih menjadi peserta LKS untuk mewakili SMK Ma’arif 2 gombong. LKS ini merupakan kompetisi pertama yang saya ikuti. Melalui kompetisi ini, saya menemukan hal hang sangat berkesan yakni saya bertemu dengan juri/expert internasional.

Alhamdulillah dalam kompetisi tersebut saya mendapatkan peringkat 1 dan mewakili Kabupaten Kebumen untuk LKS tingkat Jawa Tengah pada bulan Mei 2024. Di LKS Provinsi Jawa Tengah inilah saya bertemu dengan pelatih/expert saya di WorldSkills saat ini yang dulunya menjadi juri saya di LKS Provinsi. Berangkat dari hal itu, saya semakin terinspirasi untuk mengikuti kompetisi yang lebih jauh lagi.

Dalam LKS tingkat Provinsi, saya mendapat peringkat kedua. Akan tetapi, hal ini belum berhasil menjadikan saya membawa nama baik SMK Ma’arif 2 Gombong ke LKS Nasional. Saat itulah saya sangat merasa begitu sedih dan kecewa. Bahkan saya sempat berpikir untuk menyerah, merasa sudah cukup, tidak akan mengikuti kompetisi lagi.

Singkat cerita pada bulan Juli 2024 saya sedang Praktek Kerja Lapangan (PKL) di luar kota. Saya mendapat informasi terkait seleksi daerah untuk mengikuti ajang WorldSkills ASEAN 2025. Mulai saat itu, saya tanamkan keyakinan pada diri saya sendiri bahwa saya mampu menaklukan seleksi ini.

Pada Bulan Agustus 2024 saya mengikuti seleksi pre-test online. Pada saat itu, saya masih berada di tempat PKL. Saya ucapkan hamdallah karena saya lolos pre-test tersebut, menempati posisi ke-10 atau posisi terakhir yang diambil untuk mengikuti seleksi daerah.

Pada bulan September 2024,saya mengikuti seleksi daerah se-regional Jawa. Lagi-lagi syukur alhamdulillah saya ucapkan karena saya berhasil mendapatkan peringkat 3 dan maju ke seleksi nasional pada bulan November. Pada seleksi nasional inilah saya bertemu orang-orang hebat di bidang refrigeration and air conditioning atau bisa dibilang senior-senior saya di bidang tersebut. Alhamdulillah pada seleksi nasional ini, saya mendapatkan peringkat ke 2 dan melanjutkan TC (Training Center) .

Pada Bulan April 2025 saya mulai TC. Ini berlangsung selama 4 bulan hingga Agustus 2025. Di sini, saya banyak belajar mengenai teknik maupun cara beradaptasi dengan cepat, belajar mengontrol diri, dan yang terpenting adalah belajar mendekatkan diri ke Allah Swt. Dalam TC ini juga, banyak pengalaman berkesan yang saya dapatkan seperti diajak menjadi Asisten Juri LKS Provinsi sampai Nasional, belajar bareng di Korea bersama Tim Korea dan Tim Uzbekistan.

Pada Bulan Agustus ini adalah puncak pembuktikan segala upaya yang telah saya lakukan yakni pelaksanaan WorldSkills ASEAN Manila 2025 untuk mewakili Indonesia di tingkat ASEAN. Atas segala usaha, do’a restu dan dukungan orang tua, guru, teman-teman, serta berbagai pihak lainnya alhamdulillah pada kompetisi ini saya mendapatkan bronze medal atau peringkat 3.

Dalam perjalanan yang panjang dan tidak mudah tersebut, tentunya saya tidak akan bisa mencapai hal kemenangan tersebut sendiri. Ada banyak sekali pihak yang membantu saya dalam proses ini.

Saya sangat berterima kasih kepada kedua orang tua saya, keluarga saya, guru-guru saya dari MI sampai dengan SMK, juga kepada guru ngaji saya. Kepada Bapak Ibu Guru SMK Ma’arif 2 Gombong yang selalu mensupport saya; tim Teknik Pemanasan, Tata Udara, dan Pendinginan SMK Ma’arif 2 Gombong; Kepala Sekolah, Bapak Arif Rochman, M. Pd. I.; guru pembimbing saya, Bapak Joko Tri Sarwanto, S. T. yang selalu membimbing saya dari awal sampai sekarang.

Selanjutnya saya juga mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada expert saya Bapak Sri Hardono, S. T., M. Sc. yang selalu membimbing saya di kompetisi Worldskills ini. Juga kepada teman-teman yang selalu mendukung dan menyemangati saya, ucapan terima kasih akan selalu saya sampaikan kepada kalian.

Penulis : Dika Yuana Rahman

Redaktur : Annisa Luthfia Khusna, S.Pd.

Editor : Shafri Inganatun Nafangani, S.Pd.

Teruslah berprestasi unggul, dengan rendah hati berbudi luhur ~ Arif Rochman, M.Pd.I (Kepala Sekolah SMK Ma’arif 2 Gombong)